Mengamati, Melihat, memahami, Dan Menuliskannya

Kamis, 22 Februari 2018

Bagaimana Caranya Agar Remaja Penasaran Dengan Kebaikan Sebagaimana Mereka Penasaran Dengan Keburukan ?




Bagaimana Caranya Agar Remaja Penasaran Dengan Kebaikan Sebagaimana Mereka Penasaran Dengan Keburukan ?
-
Mendengar pertanyaan ini aku agak mengernyitkan dahi, sehingga mencoba untuk membuat contoh untuk menjembatani tentang FAKTA PERTANYAAN ini. Sudah jamak diketahui dan disampaikan oleh psikolog bahwa masa remaja ada kecenderungan untuk “ coba-coba “. Di dalam diri mereka tumbuh rasa ingin tahu. Termasuk sayangnya coba-coba untuk melakukan keburukan untuk memenuhi rasa ingin tahunya ini. Pacaran itu gimana sih ? Mengasyikkan kah ?

Rabu, 10 Januari 2018

Apa Yang Harus Saya Lakukan ?



Apa Yang Harus Saya Lakukan ?
-
Demikian pertanyaan salah seorang mad'u dalam sebuah forum halqah. Umurnya masih muda, baru kelas dua SMA, suka mendaki ke gunung, nyantri juga, dan aktif pula di organisasi. Malam itu setelah ditutup doa kafaratul majelis, tiba-tiba adik pelajar yg satu ini mendekati saya dan berbisik, " Mas, saya mau tanya ".

Seperti Apakah Tanda-Tanda orang Yang Beriman Itu ?






















( Pict : Di Masjid Al Arqam, Wonosobo, bersama adik-adik binaan )




Beberapa waktu lalu saya mendapat pertanyaan dari salah seorang pelajar muslim,pertanyaannya adalah lebih kurangnya begini : " Mas, seperti apakah tanda-tanda orang yang beriman itu ? Apakah saya ini sudah beriman ? Ini perenungan saya mas, bagaimana ya mas ? " Demikian pertanyaan pelajar tadi dengan nada setengah curhat.

Mahir Menulis




Tere Liye dalam sebuah diskusi pernah ditanya; " bagaimana cara biar mahir menulis ?" Jawaban beliau menjawab pertanyaan ini inspiratif.

Cebonger's















Entah mulai dari mana makhluk bernama kecebong ini bisa menjadi icon, khususnya di sosial media. Saya sendiri mendengar dimunculkan istilah salam cebong saat melihat videonya Kaesang. Dalam perkembangannya muncul istilah Cebonger's, rezim cebong, IQ 200 cebong digabung se kolam, dan lain sebagainya.

Senin, 20 Februari 2017

Membaca Buku Serasa Menonton Bioskop



 Kadang bahkan mungkin sering kita malas baca buku. Entah karena capek, malas atau hal yang lainnya. Apalagi sekarang bagi yang sudah punya istri, anak, dan seabrek pekerjaan lainnya seolah jadi alasan untuk malas atau jarang baca buku lagi. Apalagi jika baca novel, malasny aminta ampun deh.  Aku sendiri paling malas baca buku non fiksi model novel, cerpen.

Nah ini yang sering aku lakukan, dengan mengimajinasikan kalau sedang baca kisah-kisah semodel novel dengan mengimajinasikan sedang menonton bioskop, asyik sekali tentunya.  Nah malam ini ditengah dinginnya kota wonosobo, ditambah guyuran hujan yg suangat deras, hehe.. Paling asyik menyendiri di pojokan kamar menonton Bioskop, eh maksudnya membaca buku ding. Ceritanya ini aku lagi mau baca buku tulisan DR. Ash shalabi yg mengisahkan Penaklukkan Konstantinopel.

Selasa, 23 Agustus 2016

PRISTIAN SURONO PUTRO SI PERAWAT DAKWAH KHILAFAH ( Wawancara Majalah Kaafah )












" Hidup untuk memperjuangkan Islam ". Demikian motto hidup  Pristian Surono Putro,  sosok aktivis dakwah kelahiran   September 1988 silam  yang menetap di Kledung Karangdalem, Purworejo  ini.

Kamis, 26 Mei 2016

Mabuk Cinta




 Mabuk Cinta


Ada seorang pemuda bernama mas Indo, dia sedang jatuh hati dengan seorang perempuan bernama Nona nesia. Begitu cintanya mas Indo terhadap Nona Nesia sampai-sampai dibikin slogan “ Nesia harga mati “, “ Nesia sudah final pilihanku “. Lantas apakah yg sudah dilakukan mas indo sebagai bentuk rasa cintanya yang mendalam terhadap nona Nesia ?

Sabtu, 10 Oktober 2015

Budaya Pergerakan : Mencatat




Budaya Pergerakan : Mencatat

Seorang aktivis Pergerakan, dakwah adalah poros kehidupanya. Hidup dan matinya hanya untuk Islam saja.

Realitas kehidupan yang beragam, dari urusan koordinasi dakwah, urusan keluarga, sampai urusan pekerjaan , dan berbagai urusan lainya yg ia hadapi sejak bangun pagi sampai menjelang rehat malam. Mengharuskan ia mengatur jadwalnya sedemikian rupa, sehingga ia bisa menjalankan tugas-tugasnya secara baik.

Disekitar kehidupanya berseliweran beragam informasi. Dimana informasi itu sangat banyak jumlahnya, sementara kapasitas otak dalam mengingat informasi sifatnya terbatas. Disinilah perlunya mencatat. Mencatat membantu kita untuk mengingat dan juga sekaligus merapikan data yg yg sewaktu-waktu memang penting untuk kita tampilkan kembali.

Kadang saya merasa heran, ketika ada aktivis pergerakan ketika menghadiri sebuah rapat koordinasi, ia nya datang hanya dengan membawa badan saja. Tidak ada pulpen, tidak ada buku, dan tidak ad catatan. Padahal banyak keputusan dan informasi rapat yg harus banyak ia ingat.

Wonosobo, 11/10/'15




Rabu, 07 Oktober 2015

Mengelola Banyak Kepala






Mengelola Banyak Kepala

Dalam sebuah organisasi, komunitas, atau pergerakan berkumpul banyak manusia di dalamnya. Orang-orang yg ada di dalamnya adalah sangat beragam, dengan latar belakang pendidikan, dan karakternya masing-masing. Dari sisi pendidikan ada yang anak kuliahan, profesor, bahkan lulusan SD, sementara dari sisi karakter ada yg temperamental, ada pula yg pendiam. Ada yg lebih banyak mendengarkan, ada pula yg aktif mengemukakan pendapatnya.

Saya banyak belajar dari kutlah dakwah yg dipimpin oleh Nabi Muhammad SAW, di dalamnya beragam orangnya, yang tidak lain adalah para sahabat Generasi terbaik as sabiqunal awwalun. Di dalamnya ada remaja-pemuda, ada pula kalangan tua, ada yg bertipe akademis-intelektual, ada pula yg sederhana, ada yg berwatak keras, ada pula yg berkarakter lemah lembut. Lihatlah bagaimana bagaimana beragamnya mereka, ada Ali bin abi thalib, ada Umar bin khattab, ada usman bin affan, ada abu bakar as sidiq, ada zubair bin awwam, ada thalhah bin ubaidillah, ada Hamzah dsb...

Dengan beragamnya banyak orang, tentu akan beragam pula isi kepalanya. Nah disinilah diperlukan kepemimpinan yg mempunyai kewenangan untuk menkoordinir dan mengkomando banyak kepala ini. Tanpa pemimpin yang menyatukan ini, mustahil akan terjadi keselarasan gerak. Padahal ini adalah hal yang sangat penting. Begitu pentingnya sampai-sampai dikatakan " kebatilan yg terorganisir akan mengalahkan Kebenaran yg berserak ".

Bagi para pengemban dakwah pejuang Syariah dan Khilafah, kepemimpinan disatukan oleh Fikrah dan Thariqah yg diadopsi oleh pergerakan. Berputarnya mereka banyak kepala ini disatukan oleh ikatan Mabda Islam dan Tsaqafah yg di tabani ( diadopsi ) oleh pergerakan. Dan layaknya sebuah pergerakan maka ada aturan khusus yang mengikat para aktivisnya dalam menjalankan roda pergerakan, yakni berupa aturan administratif ( idariah ).

Dengan sistem pergerakan yg dibuat rapi inilah , para aktivis pergerakan senantiasa dievaluasi terkait sejauh mana mereka menjalankan amanah dan tanggung jawab yg tauran yg telah ditetapkan. Keterikatan para aktivis pergerakan terhadap aturan administratif ini sifatnya mengikat, dan harus dilaksanakan. Pelanggran terhadapnya harus menjadi evaluasi yg serius.

Dan dalam sebuah pergerakan akan terjadi dinamika internal di dalamnya, namun dinamika internal ini tidak berada dalam ranah substansial yg fatal, atau tidak pada level fikrah dan thariqah, karena jika ada penyelewengan dalam hal fikrah dan thariqah ini maka bisa membuat aktivis pergerakan baik langsung atau tidak langsung menepi dari sebuah pergerakan.

Sahabatku, semoga kita menjadi orang yg istiqamah untuk terorganisir menyeru dalam kebaikan.


SuroNegaran, Purworejo, 08/10/'15



Minggu, 04 Oktober 2015

Tentara Indonesia






Tentara Indonesia

Barusan jemput anak, di telp sama simbahnya anak yang lagi nonton parade pesawat terbang di TVRI. Nah sekarang Syahmi lagi nonton parade pesawat ini.

Jadi teringat materi halqah dalam kitab ajhizah, ketika membahas Jihad. Bahwa politik Luar negeri Daulah Khilafah adalah dakwah dan jihad. Komponen penting dari jihad adalah Al Jays ( Tentara ). Para tentara ini mereka sudah terlatih secara reguler untuk perang, juga mendapatkan pelatihan khusus.

Kalau kita belajar dari negara Adi Daya yang pernah jaya, maka industri perang adalah hal yg mendapatkan perhatian serius. Karena tabiat negara adi daya yg mengemban ideologi yg khas pasti berusaha untuk melakukan ekspansi ideologis.

Begitupun daulah Khilafah Islamiyah akan melakukan futuhat ( pembebasan ) keberbagai negeri, sehingga Islam bisa menjadi Rahmat bagi seluruh alam, yakni ketika Islam diterapkan secara totalitas ( kafah ). Nah politik luar negeri Daulah Khilafah adalah dengan dakwah dan Jihad.

Tambakrejo,Purworejo, 05/10/'15


Sabtu, 03 Oktober 2015

Liburan Aktivis Dakwah



Liburan Seorang Aktivis Dakwah

Hari-harinya ia gunakan untuk melakukan kontak dakwah ke masyarakat, melakukan rapat koordinasi, mengelola beberapa halqah, melakukan kunjungan ke mad'u binaan, dan memberikan laporan-laporan kepada mas'ul dakwah setempat. Bisa jadi saat ini ia ada di suatu kota, beberapa saat kemudian ia berada di kota yang lain, berbagi nasihat, mengelola sebuah team dakwah.

Dan aktivitas-aktivitas ini akan semakin padat menjelang akhir pekan. Akhir pekan, disaat orang biasa gunakan untuk beristirahat, re fresh, dengan segala macam hiburan dan liburan, justru ia gunakan untuk mengintensifkan sebuah agenda dakwah.

Ya, dakwah adalah poros kehidupanya.

Disaat bersamaan, ia adalah seorang yang bekerja mencari sesuap nasi untuk menafkahi keluarganya, banyak pula masalah-masalah kehidupan yang ia hadapi, yang tidak jarang membuat air mata menetes ditengah gelapnya tengah malam yang sunyi.

Kadang..., terpikir untuk bisa hidup normal..., sebagaimana kebanyakan orang. Bekerja dengan segala dinamikanya, menjelang akhir pekan merencanakan sebuah liburan keluarga, dan seterusnya....

Mungkin ada yang kepikiran, " kapan aku liburan ?"

=======================================================

Jadi teringat salah satu buku tulisan Ustad Fahmi Amhar, 30 Jurus mengubah Nasib. Salah satunya adalah ubah hiburan.

Ketika engkau menyusuri jalan berbukit, melihat pemandangan persawahan yang luas, indahnya pohon disisi kanan kiri jalan, engkau merasa bahagia, maka itulah hiburan. Padahal saat itu engkau dalam perjalanan mengisi sebuah binaan yg rumahnya berada di daerah terpencil.

Saat engkau melihatbanakmu yg mungil menggemaskan tidur disampingmu engkau merasa bahagia, itulah hiburan. Padahal saat itu engkau sedang mengisi sebuah forum kajian.

Itu kan hiburan ? Lha liburanya kapan ?

Sepertinya tidak ada liburan dalam dakwag ini. Lha wong dengan dakwah ini kita merasa gembira jiwa ini. Masak mau libur dari hal yang menggembirakan jiwa ?

Tambakrejo, Purworejo, 03/10/'15





Selasa, 29 September 2015

30 September




30 September

Setelah buka pintu ruang Instalasi Bedah Sentral RSUD, disambut dengan tayangan ILC. Temanya ILC malam ini menarik, yakni tentang gerakan 30S PKI. Sebuah peristiwa berdarah yang pernah mencekam negeri ini. Dalam acara itu dihadirkan saksi hidup bagaimana brutalnya PKI pada tahun '65 saat melakukan pembunuhan terhadap para perwira militer angkatan Darat.

Betapa ngerinya peristiwa itu, jika kita mendengar penuturan dari puteri almarhum jenderal Ahmad Yani, dan juga penuturan dari puteri mendiang Kol.Pandjaitan. Dalam diskusi ini mengkerucut pada tema rekonsiliasi. Mengingat juga pasca peristiwa G 30S , betapa agresifnya militer, khususnya angkatan darat dalam melakukan operasi sapu bersih pada setiap unsur yang berbau PKI.

.......................................

Belum selesai mendengarkan sampai selesai acara ILC, eh ada telfon dari Kamar bersalin, kalau ada SC Emergency, ya udah deh akhirnya ditinggal menyiapkan set instrumen Obsgyn. Padahal cukup menarik diskusi kali itu, dengan menghadirkan sastrawan yg begitu vokal menyuarakan biadabnya PKI. Saya pernah baca salah satu buku beliau sewaktu masih SMA dulu, judulnya Katastrofi mendunia. Buku itu menceritakan betapa bengisnya rezim PolPot yang beridielogi Komunis.

================================================

Kalau dengar kata PKI, yang ada dalam benak saya adalah pembantaian, tan malaka, aidit, muso, alimin, Uni Soviet, Karl Marx, Das Kapital, Lenin, Stalin, Candu, Dialektika Materialisme, Atheisme, Kaum Proletar, Borjuis, Sosialisme, Diktator, Marxisme.

Beberapa waktu yang lalu, dalam sebuah forum Kajian Islam yang dihadiri oleh Mahasiswa dan Pemuda, kita sedikit menyinggung tentang Sosialisme- Komunisme. Yang kali pertama dilihat dalam menelisik Ideologi Sosialisme-Komunisme adalah dengan melihat asas-Pondasi dasarnya. Pondasi dasar dari Sosialisme-Komunisme adalah pengingkaran adanya Sang Pencipta.

Bagaimana sebenarnya Ide ini ? Apakah ini adalah ide pemikiran yang shahih dan bisa diterima ? Bagaimana konfrontasinya dengan Akidah Islam ? Apakah pas jika saat ini ada sebagian Mahasiswa yg menyebut dengan Sosialisme Islam ? Bagaimana perkembangan ideologi ini di negeri ini ? Bagaimana pola gerakan mereka ?

Yuk temukan jawabanya dalam kajian Islam yang menginspirasi, setiap hari senin jam 20.00-selesai. Tempat di Purworejo kota.

Wonosobo, 30/09/'15










Sabtu, 26 September 2015

Menantang Mahasiswa !




Menantang Mahasiswa !


Wah.. hari ini cukup ramai statment kontroversial seorang Mahasiswa yg mengolok-olok Islam. Sebenarnya kasus seperti ini bukanlah hal baru, dulu pernah ada kasus statment tuhan membusuk, jauh hari sebelumnya lagi ada kasus mahasiswa bandung yg meneriakkan anjinghu akbar. Dan kasus-kasus lainya.

Inilah efek liberalisasi pendidikan di negeri ini. Yang kasus-kasus di atas itu kan untuk level Mahasiswa, nah untuk level pelajar SMA juga ada yg lebih sadis lagi, ketika diajarkan bahwa Mustafa Kaamal Atta Turk disebut sebagai Bapak turki modern, seorang tokoh yang layak dihormati dan diteladani. Padahal sebenarnya Beliau adalah penjahat internasional, yakni beliau adalah agen penjajah inggris yang meruntuhkan Sistem Khilafah pada tahun 1924.

Ke soal mahasiswa lagi, cukup detail dijelaskan oleh DR.Adian Husain dalam beberapa bukunya, yang membahas Proses liberalisasi perguruan tinggi Islam di Indonesia. Mulai dari eranya Harun Nasution, sampai eranya Nurchalis Madjid, sampai JIL nya Ulil Absar Abdalla. Sebenarnya apa yang disampaikan oleh tokoh-tokoh liberal ini bukanlah hal yang baru, karena mereka mengikuti jalannya tokoh-tokoh liberal barat yg notabene adalah non Muslim. Buku yang bagus ditulis oleh Ustadzah Irena Handono, ketika memberikan jawaban terhadap buku Islamic Invasion yang ditulis oleh robert morrey. Islamic invasion ini justru lebih sadis lagi dalam menyerang Islam dan kaum muslimin.

Dan pemikiran-pemikiran seperti liberal seperti ini tampaknya digandrungi oleh sebagian mahasiswa muslim di negeri ini. Dengan kemasan progresif, dan kesan intelektual menjadikan Mahasiswa ini menjadi bangga ketika meneladani pemikiran liberal ini.

Saya sendiri pernah berdiskusi langsung dengan mahasiswa model seperti ini. Ada mahasiswa yang meragu-ragukan kebenaran Al Qur'an, sampai menolak penerapan Syariat Islam. Ada juga mahasiswa yang begitu gandrung dengan ide-ide pemikir atheis, mereka sangat bangga ketika menyebut nama Karl Marx.

Alhamdulillah, dalam waktu bersamaan ketika mendengar dan membaca ide-ide liberal ini, saya bertemu dengan Kajian Kitab Nidzam Islam tulisan Syaikh Taqiyuddin An Nabhani, bab Thariqul Imaan ( jalan menuju iman ), ditambah bab pembahasan Qiyadah Fikiriyah Al Islamiyah. Sehingga isi kajian kitab Nidzam Islam ini bisa diadu dengan pemikiran-pemikiran liberal ini. Sehingga bisa merasakan jawaban yg memuaskan pemikiran, dan meneteramkan jiwa.

Sebenarnya ada hal lain yang juga tidak kalah mirisnya, yakni lebih banyak Mahasiswa yang mereka itu seperti mayat berjalan. Lho kok ? Iya mayat berjalan, yaitu mahasiswa yang tidak tahu untuk apa sebenarnya ia hidup ? Mahasiswa yang gak paham untuk tujuan apa ia ada di dunia ini. Semakin bertambah parah ketika gaul bebas, narkoba, dan seabrek kriminalitas lainya para aktornya adalah mahasiswa.

Saya pernah dalam sebuah kesempatan bertanya kepada beberapa mahasiswa dengan pertanyaan , " mengapa kamu memilih Islam ?" Mendengar pertanyaan seperti ini mereka mahasiswa ini -seperti kata orang jawa- sikap dan jawabnya seperti " kethek ketulup ", clingukan alias bingung !

Udah deh bagi kamu mahasiswa dengan segala macam aliran pemikiran,sosialis kek, sekularis kek, atheis kek, atau tokek kek :-)  hadiri saja Kajian Islam yang menginspirasi. Bukan agenda mendoktrin namun berdiskusi, melakukan komparasi pemikiran sehingga kita akan tahu mana yang shahih. Kajianya setiap senin jam 19.30 wib, lokasi di Purworejo, jawa Tengah. InsyaAllah mencerahkan.

Wonosobo, 26/09/'15


Jumat, 18 September 2015

Musuh Kita Berjenggot ?



Musuh Kita Berjenggot ?


Polemik mencuat saat Ketua Umum sebuah Ormas terbesar di negeri ini membahas tentang jenggot. Sontak saja hal ini membuat gaduh. Bantahan yang sifatnya ilmiah dalil pun bermunculan, sampai serangan individu sumpah serapah datang bertubi-tubi mengenai Ketua Ormas tersebut. Sudah mafhum dalam ranah ilmiah pembahasan furu' permasalahan jenggot ini terdapat Khilafiyah dikalangan para Ulama', dan dalam persoalan ini sudah mafhum pula bahwa berjengot ataupun tidak bukanlah menjadi sebab permusuhan. Saya sendiri mengambil pendapat yang menyatakan berjenggot hukumnya Sunnah.

Dalam sebuah video yang saya dapatkan di jejaring sosial media, Saya tertarik dengan penjelasan Kyai Said Agil Siradj, ketika beliau membahas persoalan ini. Bahwa Ke Islaman seseorang tidak diukur dari serban yang dipakai, tidak pula diukur dari gamis jubah yang dipakai, tidak pula dari jenggotnya, kalau hal-hal itu ( serban, gamis-jubah, jenggot ) dipakai sebagai ukuran ke islaman , maka seseorang maka Abu Jahal pun pakai serban, gamis,dan jenggot. Kira-kira poin itu yang disampaikan Kyai Agil Siradj. Memang sudah mafhum bahwa Abu Jahal, Abu Lahab adalah orang kafir penentang dakwah Islam.

Saya tidak ingin terjebak terlalu panjang pada persoalan jenggot ini. Justru yang menjadi sangat penting hari ini adalah mengetahui siapa musuh kaum muslimin yang secara nyata memerangi, menjajah, dan membantai umat Islam di negeri-negeri kaum muslimin. Itu tidak lain adalah kaum kaafir penjajah yang dikomando Oleh adi daya sekarat Amerika Serikat, Eropa, Rusia, maupun seluruh sekutunya. Jadi ini bukan soal berjenggot ataupun tidak, namun negara-negara ini sudah menyatakan perang dengan kaum muslimin.

Dalam pertarungan ini negara-negara kufur ini menggunakan permainan politik yang amat licik, di negeri ini mereka secara tidak langsung menggunakan tangan-tangan para komprador,dan penguasa agen. Mereka tidak mau bersusah payah menggunakan pe jajahan gaya lama yg berlumuran darah, berderu senapan. Namun mereka menggunakan tangan penguasa agen menyitir berbagai undang-undang yang memuluskan langkah penjajah mengeruk habis sumber daya alam negeri ini. Mereka mencetak kurikulum yang membuat anak didik pelajar muslim menjadi sangat cinta dengan penjajah dan alergi terhadap Syariah Islam.

Ayolah kawan, kita bidik secara tepat siapa musuh kita, merekalah itu kaum kaafir penjajah. Ayolah kawan kita berkasih sayang dengan sesama kaum muslim, dan tegas, keras beringas dengan penjajah. Jangan dibalik-balik berkasih sayang dengan penjajah, dan keras dengan sesama kaum muslimin.

Musuh kita bukan soal jenggot !

Wonosobo ba'da cyto menjelang shubuh, 19/09/'15





Wonosobo Oh Wonosobo




Wonosobo oh Wonosobo

Saya pernah berkunjung ke salah satu pondok pesantren di wonosobo. Dalam kesempatan itu saya sedikit berbagi dengan para santri disana. Santri dengan menu harian tsaqafah Islam beserta ilmu alatnya membuat kenyang dengan khazanah pemikiran Islam. Saya mengajak para santri untuk melihat realitas " dunia luar ", melihat bagaimana kondisi masyarakat, khususnya dikalangan pemuda yg secara umur sama dengan umur para santri.

Ternyata apa yg sampaikan malam itu membuat para santri terhenyak seolah tidak percaya, yakni bagaimana rusaknya kondisi para pemuda hari ini. Hal ini menjadi tugas mereka sebagai orang yg faham tentang agama untuk ikut serta melakukan perubahan di masyarakat, tentu saja perubahan itu adalah perubahan menuju sistem Islam.

Wonosobo bagiku adalah selain dinginnya, juga dikenal sebagai kota santri. Adalah suatu paradoks ketika kota santri ini justru sebagian pemudanya menjadi bagian dari masalah. Walaupun saya yakin masih ada banyak pemuda wonosobo lainya yg berprestasi.

Shift Malam IBS Wonosobo, 18/09/'15


Cinta




Cinta

Orang sering bilang " Aku cinta tanah air ku "

Ada juga yang lain " Aku sangat mencintai kekasihku ".

Kalimat di atas sebagai sebuah pernyataan memang sebuah hal yg fitrah naluriah, wajar, lumrah. Rasulullah SAW saat di Madinah pun merindukan kampung halamanya di Makkah. Sampai batas pernyataan di atas saya pikir belum bermasalah. Baru bisa dilihat hukumnya saat " action " dari bentuk rasa cinta itu.

' Aku sangat mencintai kekasihku ", actionya dengan mengajaknya berzina, berkhalwat, nah yg begini ini diharamkan, dan pasti merusak. Berbeda perkaranya jika wujud cinta itu adalah dengan menikahinya, nah ini jalan yg syara' berikan. Jadi kalau ada orang yg katanya cinta kok ngajak maksiyat itu sama aja omong kosong.

" Aku cinta tanah air ku ", actionnya dengan menyerahkan sumber daya alam negeri ini ke swasta asing, diterapkanya sistem kapitalisme-sekularisme, membebek dengan sistem hukum-sistem kehidupan warisan penjajah, membiarkan kemaksiyatan merajalela, nah yang begini ini adalah hal yg diharamkan, dan pasi membuat negeri ini rusak.

Lain perkaranya jika cinta negeri ini dengan mengikuti apa maunya pencipta alam semesta ini, yakni diatur dengan sistem kehidupan yg berasal dari Allah SWT, pastinya negeri ini akan menuai keberkahan. Jadi kalau ada orang ngaku cinta negeri ini namun menolak syariah Kaafah, itu cinta palsu.

" Aku Sangat mencintai negeri ini, dan sebagai wujud cintaku ini, aku ingin negeri ini diatur dengan aturan hidup yg berasal dari Allah SWT, yakni sistem Islam ".

Wonosobo, 18/09/'15


Kamis, 17 September 2015

Menulis Lagi



Menulis Lagi

Sudah lama sekali absent nulis-nulis. Memang sejak ada faceBook mata ini lebih cepat melihat beseliweran informasi. Dari informasi yang sifatnya bermanfaat sampai informasi yg sifatnya kampret, ups !

Entah mengapa malam ini bergairah lagi untuk nulis-nulis lagi, ya ini tulisan ini saya buat dalam kondisi bergairah. Beberapa kesibukan lapangan ( halah sok sibuk ) membuat seolah tak asa waktu untuk menulis. Kembali ingin nulis lagi setelah melihat beberapa catatan sahabat yang memenuhi blognya dengan tulisanya. Emang sih, sudah sering nulis dicatatan facebook, tapi setelah gali informasi banyak saran untuk menulis di blog saja, sementara facebook hanya sebagai lintasan iklan saja agar menarik pembaca di blog. Ada beberapa saran dari temen yg jago marketing online untuk aktif nulis di blog saja. Katanya bisa menghasilkan uang juga lho kalau ada yg ngiklan di blog kita.

Ah tau lah, itu tidak tak pikirkan, yang penting bagiku nulis dan nulis saja. Ya minimal sehari satu saja. Minimal lho..., bismillah...

Emang sih kalau menulis tulisan dalam sebuan tempat yang bisa diakses oleh orang lain maka tulisan kita menjadi tidak bebas lagi, disana ada proses edit sehingga tulisan kita bisa dinikmati oleh pembaca. Ini berbeda dengan kalau kita menulis cara tradisional di buku diary ( ini sejenis buku catatan ya, bukan nama penyakit mencret, hehe..), maka tulisan kita akan lebih bebas dalam menuangkan ide pikiran.

Ngomong-ngomong buku diary aku jadi teringat kebiasaan menulis saat SMP-SMA, aku punya buku catatan harian yg aku simpan rapef-rapet, tulisanya macem-macem, isinya gila deh. Ya memang ini buku hanya buat aku pribadi, gak ada yg boleh tahu. Eh..tapi walaupun disimpen rapet tetep ada bapak yg punya penglihatan tajam mengindera kegemaranku nulis catatan harian, akhirnya bapak usil juga dengan curi-curi pandang melihat buku catatanku, mampus aku...

Dari hal yg remeh temeh, sepele, aneh ,dan gak ada artinya aku tulis. Dan itupun nulisnya asal-asalan saja,dan apa adanya.

Buku harianku itu sekarang entah raib kemana, semoga saja dimakan tikus aja, sehingga gak ada yg baca. Oya pas SMA juga rumah juga sering cetak-cetik suara ketikan manual, tak..tik..tak..tik.., suaranya keras sekali sehingga sering menggangu tetangga sebelah, gimana gak mengganggu coba, lha wong ngetiknya bisa sampai tengah malam, haha.. ( ketawa jahat ).

Nyeleneh juga dulu pas SMA pernah bercita-cita jadi WTS, wah... jangan berpikiran mavam-macam dulu ya, ini hanya sekedar singkatan aja dari Writer, Trainer, Speaker. Istilah WTS ini aku dapatkan dari beberapa buku yg ditulis oleh penulis andreas harefa, seorang penulis produktif. Bukunya entah sekarang hilang kemana. Oya saking sukanya baca buku, pernah bapakkku memasukkan seluruh buku bacaanku satu lemari , kedalam karung goni dan disimpan dalam gudang pengab, jauh dari sinar ultraviolet.., ya bapak khawatir kegemaranku baca buku sampai larut malam membuat aku tidak belajar pelajarann sekolah. Emang bener juga sih jadi malas belajar karena baca buku yg gak ada kaitanya dengan pelajaran sekolah. Tapi sebenarnya gak ada kaitan rajin belajar dengan kegemaran hobi membaca, tinggal pandai-pandai aja ngatur waktu. Nah disinilah masalahku, gak pinter ngatur waktu, dan kalau udah asyik dengan satu pekerjaan maka yg lain bisa terabaikan.

Mungkin ini dulu, udah lumayan ngantuk nih, habis operasi SC ada dua.., capeknya... hoaamm....

Semoga tulisan sederhana di blogku ini nanti bisa sedikit bisa memberikan inspirasi.

*salah satu kesibukanku adl momong dan bermain dengan anak, tuh lihat fotonya di atas :-)

IBS RSUD Wonosobo, 18/09/'15



Jumat, 24 Juli 2015

Khutbah Yang Mengguncang

Alhamdulillah  1syawal tahun ini komponen umat  di negeri ini bisa bareng-bareng. Shalat ied ini bagiku terasa spesial. Mengapa ?  Biasanya bagi orang lain  1 syawal shalat ied di kampung halaman masing-masing bersama keluarga tercinta.  Saya sebaliknya shalat ied di desa bukan kampung kelahiran. Tapi ini adalah sebuah misi dakwah yg harus ditunaikan.

Yaitu mengantar dan menemani ustad Yasin menjadi khatib sekaligus imam di masjid al baarokah, sumberan, desa sumbersari, banyuurip, Purworejo. Khutbah beliau Ustad Yasin membuat jamaah terbelalak, karena tema khutbah yg mengguncang, judulnya Bersama umat tegakkan Khilafah. Dengan berapi-api penuh semangat Ust.yasin membakar jamaah shalat ied untuk bangkit dari keterpurukan,dan membebaskan diri dari cengkeraman penjajahan. Pokoknya dahsyat deh khutbahnya.


Ini hasil jepretan saya. Buat kenang-kenangan aja.



     Foto bareng jajaran ta'mir masjid al baarokah pasca shalat ied


Wah ternyata foto lainya dah hilang dari data file, yg ada cuman yg ini.


Suronegaran, Purworejo 25/07

Rabu, 01 Juli 2015

Ramadhan 2007








Suatu hari, lupa aku harinya, ditahun 2007. Aku diundang seorang aktivis Islam untuk mengikuti sebuah daurah Islam di mushola sebuah sekolah. Baru sampai pintu gerbang pintu sekolah aku disambut oleh salah seorang aktivis Islam, mempersilahkan saya masuk ke area sekolah. Diantarlah saya ke sebuah mushola yang bertempat di bagian belakang sekolah. Waktu itu menunujukan sekitar pukul 15.30 wib. Seperempat jam kemudian belum belum dimulai. Aku mulai bertanya-tanya, kok belum dimulai ya ?