Mengamati, Melihat, memahami, Dan Menuliskannya

Rabu, 09 Mei 2012

Awas Aliran Sesat Lagi. Jangan Sampai Terjebak!







Mungkin Anda pernah dengar sebuah jamaah atau aliran sesat yang selalu mewajibkan zakat 10% untuk jamaahnya. Nah, berikut ini kisah tragis itu. Tentang bagaimana kejamnya aliran sesat itu pada nama kepemimpinan memeras jamaahnya. Dan kisah betapa sengsaranya orang2 yang terjebak dalam aliran sesat ini.

Jamaah itu menggunakan istiah-istilah Islam dalam ajarannya. Tapi banyak perbedaan dengan Islam di dalamnya. Tentang zakat saja, ternyata bukan cuma 2,5 persen tapi 10 persen. Bukan berlaku untuk jamaah yang kaya, tapi juga yang miskin dan kekurangan. Perhitungannya bukan tiap akhir tahun atau habis panen, tapi setiap transaksi harus langsung setor 10 persen.

Anda bisa bayangkan, ada saudara yang hidupnya pas-pasan tetap harus setor zakat 10 persen. Ia bisnis kecil-kecilan. Karena persaingan, ia paling hanya bisa ambil untung 15 persen. Nah, berarti dia harus setoran 10 persen untuk jamaahnya dan hanya 5 persen untuk dirinya.
Ada anggota yang sedang kesusahan dan dia hanya punya uang untuk membeli susu untuk anaknya, tetap saja dia harus setoran 10 persen untuk jamaahnya.

Bagaimana menurut Anda tentang Jamaah ini? Bagaimana paham, ajaran dan syariat aliran ini? Sesat menyesatkan? Kejam? Sadis? Aneh? Bodoh?

Ah entahlah. Tapi yang bikin saya lebih pusing lagi adalah sebuah penemuan baru bernama paham sesat Ro'sumaliyah. Paham ini juga memiliki syariat-syariat yang kejam. Paham ini gayanya seperti bebas dan terbuka tapi ternyata sangat memusuhi gerakan yang berbeda dengannya. Paham ini sangat populer. Untuk mewujudkan ajarannya harus diterapkan dalam masyarakat. Setelah diterapkan barulah terlihat kekejaman dan dan kerusakaannya. Paham Ro'sumali ini diterapkan oleh Negara Amerika dan barat. Dalam bidang ekonomi sangat kentara, bahwa mereka menindas bangsa yang lain.

Di negeri yang terjajah juga diterapkan. Pemerintahnya malah menindas rakyatnya sendiri. Coba Anda ingat tentang kejamnya jamaah yang saya ceritakan pertama tadi. Nah, yang ini juga menerapkan pajak 10 persen pada setiap transaksi. Bahkan Pajak perkepala. Pajak penghasilan. Pajak ini itu. Ijin ini itu dsb. Bayangkan ada fulanah member hadiah pada fulan. Eh, tiba2 dia minta bagian 35%. Sopan banget ya? Itulah pajak hadiah.
Sebuah negeri industri wajar lah kalau dia menerapkan banyak pajak. Tapi bagaimana mungkin, sebuah negeri yang melimpah kekayaan alamnya, pajak menjadi pendapatan utama??
Sungguh kasihan rakyat yang menganut paham sesat Ro'sumaliyah ini. Mereka benar2 ditipu mentah2 di jaman modern ini.
1.     Kekayaan alam mereka malah dijual ke swasta .. asing (lagi)
2.     Pemalakan lewat pajak dianjurkan untuk rakyatnya
3.     Lalu rakyatnya disuruh mandiri, mengurus dirinya sendiri (pendidikan, kesehatan dst, subsidi dicabutin)
Mereka menghianati rakyatnya 3 kali, sekaligus, dan terang-terangan (di dunia maya, nyata dan modern). Bahkan penghianatanya lebih dari itu. Setelah mereka tidak berkuasa, mereka pergi meninggalkan utang yang banyak untuk generasi selanjutnya. Tentang korupsi jangan ditanyakan.Karena itu adalah seupil dibanding 4 penghianatan tadi. Saking upilnya, upil ini sering dijadikan pertunjukan hiburan untuk rakyatnya. Sesekali beberapa koruptor benar-benar di gantung, eh salah.Di meja hijaukan dan disiarkan. Dan jamaah pun terhibur

Saudaraku sebangsa dan setanah air, sebenarnya saya telah bercerita 2 aliran sesat kepada Anda.Aliran sesat yang pertama, saya sebenarnya kurang begitu paham. Tapi yang kedua yaitu Ro'sumaliyah, saya sangat paham. Ro'sumaliyah disebut juga Kapitalisme.

Bagaimana menurut Anda paham ini? Sesat menyesatkan? Kejam? Sadis? Brutal? Tidak manusiawi?Teroris? Ekstimis keterlaluan? Bodoh?

Nauzubillahi mindalik. Saya sekarang sudah bertobat dari aliran sesat itu. Jangan sampai kita kemasukan paham sesat itu. Apa lagi menerapkannya. Kalau sudah terlanjur, mari kita pahamkan, sehingga jamaahnya membubarkan sendiri jamaahnya. Atas nama iman dan kemanusian, mari kita Berangus paham sesat Ro'sumaliyah. Allahuakbar!!

Tidak ada komentar: