Mengamati, Melihat, memahami, Dan Menuliskannya

Minggu, 16 September 2012

Kriminalisasi Rohis : Bagian dari Agenda Global membendung tegaknya Khilafah Islamiyah






Baru-baru ini cukup ramai diperbincangkan terkait ulasan metro TV tentang “pola rekrutmen teroris muda “ yang sasaranya adalah anak-anak muda yg semangat mengkaji Islam atau yg lebih khusus para pelajar yg aktiv di rohis di sekolah-sekolah umum. Cukup menarik untuk membaca wacana dibalik isu kriminalisasi rohis ini,yakni dengan menyamakan aktivitas di rohis yg berarti membina untukk menjadi teroris.


Istilah teroris sendiri tidak bebas makna, istilah ini cukup populer pasca peristiwa 11/09 peledakan menara WTC-pentagon di USA. Setelah  peristiwa peledakan menara WTC-pentagon yg penuh konspirasi, Amerika sebagai negara Penjajah yg menghegemoni dunia saat ini membagi dunia menjadi 2 kutub,satu kutub bersama amerika yg berarti ambil bagian dalam perang melawan teroris,dan satu kutub yg lain menjadi bagian yg pro dengan teroris,yg artinya menjadi musuh USA.

Dan tampaknya penguasa negeri ini meng-amini apa yg diyatakan oleh Bush, ini bisa dilihat dari berbagai macam istilah yg ditelorkan oleh penguasa dengan istilah deradikalisasi dengan alat BNPT ( Badan Nasional penanggulangan Teroris ) sebagai salah satu bentuk instrumen negara dalam perang melawan teroris. Deradikalisasi itu sendiri merupakan bagian dari komitment anggota PBB dalam rangka perang melawan terorisme ( war on terorism ),dan Indonesia adalah bagian dari anggota PBB.

Dari sini dapat dilihat bahwa pernyataan metro Tv yg menyebut pola perekrutan teroris muda di sekolah adalah bagian dari perang melawan terorisme yg itu senyatanya adalah merupakan agenda global yg dipimpin oleh Amerika serikat,dan negara-negara barat lainya.

Dalam konteks agenda Global dengan instrumen yg berbeda di masing-masing negara dalam perang melawan teroris ini patut untuk kita perhatikan sebenarnya apa yg dimaksud dengan “ teroris “ dan calon teroris muda “ini ? ingat sekali lagi bahwa istilah teroris ini tidak bebas makna. Dalam konteks inilah patut untuk kita perhatikan pernyataan para penguasa negara-negara penjajah barat sehingga kita bisa memahami apa maksud sebenarnya dengan yg dimaksud teroris muda.

Unutk melihat apakah yg dimaksud oleh barat dengan ancaman teroris Simak pernyataan-pernyatan ini :  

Putin, Presiden Rusia, pada bulan Desember tahun 2002 mengumumkan, “Terorisme internasional telah mengumumkan peperangannya atas Rusia dengan tujuan merampas sebagian wilayah Rusia dan mendirikan Khilafah Islamiah”. Pada kesempatan itu, Putin berbicara dalam sebuah acara dialog di sebuah setasiun televisi yang disiarkan secara langsung (live). Pada keempatan itu ia menjawab lima puluh pertanyaan yang terpilih diantara dua juta pertanyaan via telepon dari penduduk Rusia.
Situs, “Mufakkirah al-Islâm www.islamemo.com pada akhir 2002 M memberitakan sebuah kabar dengan judul “Lembaga Inteljen Jerman Memperingatkan Berdirinya Khilafah”. Dalam situs itu tertulis sebagai berikut: “Kepala Lembaga Inteljen Jerman, August Hanning, melakukan penelusuran di beberapa negara Arab yang dimulai dari wilayah Teluk dimana disana ia bertemu dengan beberapa pemimpin lembaga-lembaga inteljen Arab. Set data Iraq dan kelompok Fundamentalis Islam adalah merupakan topik yang paling menonjol bagi seorang lelaki yang mengepalai salah satu dari kegiatan lembaga-lembaga inteljen negara itu. Dalam kaitannya dengan kelompok fundamentalis Islam, para pengamat inteljen Jerman mengkhawatirkan, mengantisipasi (dan meramalkan) akan munculnya serangan yang meluas dari ribuan pendukung gerakan-gerakan Islam di Uzbekistan, Tajikistan dan Kyrgyz dengan tujuan mendirikan Daulah Khilafah Islamiah di wilayah tersebut. Para eksekutif Jerman memberikan kepercayaan dan kredibilitas yang amat besar terhadap kehawatiran, antisipasi (dan ramalan) lembaga-lembaga inteljen tersebut”.
Henry Kissinger dalam sebuah pidatonya di India pada 6 November 2004 M dalam Konfrensi Hindustan Times yang kedua, kepada para pemimpin ia menyampaikan, “Ancaman-ancaman itu sesungguhnya tidak datang dari teroris, sebagaimana yang kita saksikan pada 11 September. Akan tetapi, ancaman itu sesungguhnya datang dari Islam fundamentalis ekstrim yang berusaha menghancurkan Islam moderat yang bertentangan dengan pandangan pandangan kelompok radikal dalam masalah Khilafah Islamiah”.
Kissinger juga mengatakan, “Musuh utama, sejatinya adalah kelompok ekstrim Fundamentalis yang aktif dalam Islam dimana dalam saat yang sama ingin mengubah masyarakat Islam moderat dan masyarakat lain yang dianggap sebagai penghalang penegakan Khilafah”. (Surat Kabar Newsweek edisi VIII November 2004)
Surat kabar al-Hayât, pada 15/01/2005 M, mempublikasikan sebuah laporan yang dipublikasikan oleh Reuters di Washinton. Laporan itu berisi prediksi-prediksi berdasarkan pada hasil muyawarah yang dihadiri oleh seribu ahli dari lima benua seputar ramalan masa-masa yang akan datang hingga 2020 M. Laporan itu bertujuan untuk mewujudkan kontribusi dari para intelejen dan politisi untuk menghadapi tantangan-tantangan tahun-tahun yang akan datang. Laporan itu menghawatirkan “masih terus berlangsungnya serangan terorisme”. Laporan itu membicrakan tentang empat skenario yang mungkin akan terus berkembang di dunia. Skenario ketiga yang diperingatkan oleh laporan itu adalah al-Khilafah al-Jadîdah (Khilafah Baru Yang Akan Muncul). Demikian laporan itu menyebutnya.
Mantan perdana mentri Inggris, Tony Blair, di hadapan Konferensi Umum Partai Buruh pada 16/07/2005 M mengatakan, “Kita sesungguhnya sedang menghadapi sebuah gerakan yang berusaha melenyapkan negara Israel dan mengusir Barat dari dunia Islam serta menegakkan Daulah Islam tunggal yang akan menjadikan syari’at Islam sebagai hukum di dunia Islam melalui penegakan Khilafah bagi segenap umat Islam”.
Pada 06/10/2005 M, dengan terang-terangan Bush mengisyaratkan adanya strategi kaum Muslim yang bertujuan mengakhiri campurtangan Amerika dan Barat di Timur Tengah. Bush mengatakan, “Sesungghunya, ketika mereka menguasai satu negara saja, hal itu akan menarik (menghimpun) seluruh kaum Muslim. Dimana hal ini akan memungkinkan mereka untuk menghancurkan seluruh sistem di wilayah-wilayah itu, dan mendirikan kerajaan fundamentalis Islam dari Spanyol hingga Indonesia”.
Mentri Dalam negeri Inggris, Charles Clark, dalam sebuah sambutannya di Institute Heritage mengatakan, “Tak mungkin ada kompromi seputar kembalinya Daulah Khilafah, dan tidak ada perdebatan seputar penerapan syari’at Islam”.
Dalam sebuah pidatonya kepada bangsa Amerika, pada 08/10/2005 M, George W.Bush mengatakan dengan tegas, “Para pasukan perlawanan bersenjata itu menyakini bahwa dengan menguasai satu negara, mereka akan dapat menuntun bangsa Islam dan menghancurkan seluruh negara moderat di wilayah-wilayah itu. Dari situ, mereka akan mendirikan sebuah kerajaan Islam ekstrim yang membentang dari Spanyol hingga Indonesia”.
Pada 05/12/2005 M, menteri pertahanan Amerika, Donald Rumsfeld, dalam sebuah komentarnya seputar masadepan Iraq –pada saat itu ia berada di Universitas John Hopkins –mengatakan, “Iraq tak ubahnya adalah tempat lahirnya Khilafah Islamiah baru yang akan membentang mencakup seluruh Timur Tengah dan akan mengancam pemerintahan-pemerintahan resmi di Eropa, Afrika dan Asia. Inilah rencana mereka. Mereka telah menegaskan hal ini. Kita akan mengakui sebuah kesalahan yang amat menakutkan jika kita gagal mendengar dan belajar”.
Surat kabar Milliyet Turki, pada 13/12/2005 M, dengan mengutip dari The New York Times menyebutkan bahwa, “Para pemimpin dalam pemerintahan Bsuh, akhir-akhir ini terus menerus mengulang-ulang kata Khilafah seperti permen karet. Pemerintahan Bush kini menggunakan kata Khilafah untuk menyebut kerajaan Islam yang pada abad ke VII membentang dari Timur Tengah hingga Asia Selatan, dan dari Afrika utara hingga Spanyol”.
Seorang komentator Amerika, Karl Vic di surat kabar Washinton Post, 14/01/2006 M menulis sebuah laporan yang amat panjang dimana di dalamnya ia menyebutkan bahwa “kembalinya Khilafah Islamiah yang selalu diserang oleh presiden Amerika, George Bush, benar-benar sedang menggema di tengah-tengah mayoritas kaum Muslim”. Karl Vic juga menuturkan bahwa, “kaum Musilin (saat ini) memang benar-benar menganggap diri mereka bagian dari satu umat yang akan membentuk esensi Islam, sebagaimana mereka melihat Khalifah adalah sebagai sosok yang layak untuk mendapatkan penghormatan”. Sang komentator ini memberikan isyarat bahwa, “Hizbut Tahrir yang bergerak berbagai negeri lintas dunia itulah yang dengan terang-terangan menegaskan bahwa tujuannya adalah mengembalikan Khilafah sebagaimana masa dahulu”.

Pada 05/09/2006 M, George W.Bush kembali membicarakan Khilafah. Bush mengatakan, “Mereka itu sesungguhnya berusaha menegakkan kembali negara mereka yang amat unggul, Khilafah Islamiah. Dimana, semuanya akan dipimpin dengan ideologi yang sangat dibenci itu. Sistem Khilafah itu akan mencakup seluruh negeri-negeri Islam yang ada saat ini”.
Dalam konfrensi pers di gedung putih yang terselenggara pada 11/10/2006 M, Bush junior itu membicarakan tentang, “sebuah dunia dimana di dalamnya kelompok ekstrim berupaya merekrut para intlektual untuk merevolusi pemerintahan moderat dan mendirikan Khilafah sebagai gantinya”. Bush menambahkan, “Mereka menginginkan kita pergi, mereka ingin merevolusi pemerintahan dan mereka ingin membentangkan Khilafah Idiologis yang tidak memiliki prinsip-prinsip kebebasan alami dalam keyakinannya.
Situs pemberitaan Gedung Putih pada 20/10/2006 M, mempublikasikan sebuah ungkapan George Bush, “Orang-orang fundamentalis itu bercita-cita mendirikan Daulah Khilafah sebagai sebuah negara hukum dan menginginkan menyebarkan akdiah mereka dari Indonesia hingga Spanyol”.
Mentri pertahanan Amerika, Donald Rumsfeld, dalam sebuah acara perpisahannya mengatakan “Mereka ingin menghancurkan dan menggoyahkan sistem pemerintahan Islam moderat dan mendirikan Daulah Khilafah”.
Pada 24/08/2007 M, Presdiden Prancis, Sarkozy, mengatakan, “Rasanya tidak perlu menggunakan bahasa kayu (kekerasan). Sebab, konfrontasi semacam ini justru disukai oleh kelompok ekstrim yang bermimpi menegakkan Khilafah dari Indonesia hingga Nigeria . Mereka tidak pernah menerima bentuk keterbukaan apapun, mereka juga tidak pernah menerima modernitas dan keberagaman apapun”. Demikian asumsi Sarkozy. Pada waktu ia juga mengatakan, “Sesungguhnya tidak dapat diremehkan adanya kemungkinan konfrontasi antara Islam dan Barat”.



Dari sini kita bisa memahami bahwa sebenarnya istilah teroris muda dialamatkan pada mereka-mereka yg ingin Islam Kaafah, atau secara lebih Khusus untuk mereka yg menginginkan tegaknya negara Khilafah Islamiyah. Ibarat gayung bersambut dapat dimengerti bahwa apa yg dinyatakan oleh Metro TV terkait perekrutan calon teroris muda yg dialamatkan ke Rohis adalah bagian dari agenda Global membendung penegakan Khilafah islamiyah baik secara langsung maupun tidak langsung.

Oleh karena itu bagi para aktivis Dakwah terkhusus untuk mereka yg konsens di Dakwah Sekolah,atau bagi mereka para pelajar yg aktiv di Rohis,& para pembina Rohis tidak ada kata lain kecuali kita akan terus Dakwahkan islam Kaafah, kita akan teruskan bahwa islam adalah ideologi bukan hanya sekedar ibadah Ritual belaka,kita akan dakwahkan Islam adalah solusi bagi seluruh problematika kehidupan, dan kita akan terus berjuang untuk melanjutkan kehidupan Islam dengan tegaknya Khilafah Islamiyah.

Terkait dengan opini kriminalisasi Rohis ini, adalah penting untuk membongkar & menjelaskan kepada masyarakat bahwa hal ini adalah termasuk agenda global dari penjajah USA.

Untuk itu,Dakwah Sekolah Jalan terus ,Allahu Akbar !!

Oleh : Abu Syahmi ( LembagaDakwahSekolah LDS HTI Purworjo )

Wonosobo,16/09/2012

Tidak ada komentar: