Mengamati, Melihat, memahami, Dan Menuliskannya

Selasa, 21 Mei 2013

Diskusi dengan paham Atheis



Ini sedikit diskusi saya dengan sebuah group yg menisbatkan diri dengan pengususng paham Atheis.



  • untuk kru ABAM,saya ingin berdiskusi dengan anda terkait Ateis. saya berharap diskusi ini bisa berjalan sesuai dengan aturan-aturan diskusi yg sudah di buat admin ABAM. yang saya maksud ateis disini adalah merujuk definisi ateis yg ada di web ateisMenjawab, yg mendefiniskan ateis adl " pandangan yang tidak percaya adanya Tuhan ". walaupun kemudian ada penjelasan rinci selanjutnya dari web tersebut selanjutnya bahwa " meskipun bisa saja membuka kemungkinan bahwa Tuhan itu ada, namun beranggapan Tuhan tidak mengatur kehidupan manusia dan hanya sebagai prima causa. ". dari definisi ateis di atas saya melihat bagi penganut ateis berpendapat bahwa ada atau tidaknya tuhan itu bukan pembahasan yg penting. nah yg ingin saya tanyakan adalah bagaimana paham ateis menjelaskan secara rasional bahwa sang pencipta ( tuhan ) itu tidak ada ? sebelumya atas jawabanya saya ucapkan terima kasih.

    #seorang Muslim.
Hypatia Alexandricus the burden of proof is on the claimants' shoulders
Fanta Mirina permintaan 'buktikan tuhan tdk ada' sama saja dengan 'buktikan unicorn itu tidak ada.'
apa yng belum bisa dibuktikan ada otomatis tidak ada, dan ketiadaan bukti adanya eksistensi obyek tsb adalah sekaligus bukti kuat ketiadaan obyek tsb.
pendeknya, spt komen hypatia di atas, anda yang mengklaim, anda yang buktikan.
Jason Sierra Fernandez Beban pembuktian ada pada yg memberikan claim bahwa sesuatu itu ada. Bukan meminta yg tidak percaya yg memberikan bukti, lah wong emg ga ada.
Pristian Surono Putro terima kasih atas jawaban singkat yg diberikan @fanta mirina. saya menangkap bahwa jawabanya adalah " karena tidak ada atau belum ada bukti rasional yg menunjukkan adanya fakta sang pencipta ( tuhan ) " sehingga seseorang menentukan pilihanya untuk menjadi ateis. kurang lebih begitu ya sahabat @fanta mirina ?
Jason Sierra Fernandez Lagian jg ada ribuan versi tuhan, seandaiinya bener salah satu, kita bisa saja salah menentukan pilihan.
AldyanScream Helmy On'Fire Membuktikan sesuatu yg tdk ada.?
Buat apa.?

Ok, singkat nya bgni maksud tman2 di atas Anda yg me'klaim / percaya tuhan itu ada maka anda pula lah yg sharus'y membuktikan keberadaan nya & kami tdk perlu repot2 untk membuktikan sesuatu yg kami anggap tdk ada..
Pristian Surono Putro terima kasih atas penjelasanya sahabat @aldyanscream helmy on'fire,dan untuk temen-temen yg lainya. saya sendiri sampai detik ini belum bisa mematahkan argumentasi rasional yg menyatakan bahwa " sang pencipta ( tuhan ) itu ADA ". ketika saya tanyakan buktinya apa ? biasanya kemudian akan diberikan beberapa contah fakta yg menunjukkan " keberadaan sang pencipta ( tuhan ) ", contohnya : adanya kursi itu menunjukkan adanya yg mengadakan kursi itu dan menunjukkan maksud tujuan diadakanya kursi ( kursi diciptakan dengan tujuan sebagai tempat duduk ), adanya HandPhone ( HP ) itu menunjukkan adanya yg mengadakan HP tadi berikut maksud diciptakan ( diadakanya ) HP tadi, dan seterusnya...,seperti halnya kursi,HP dll begitu juga adanya makhluk ( maksudnya yg diciptakan ) seperti manusia,dan alam semesta itu menunjukkan ADA yg mengadakan ( menciptakan ), yakni sang pencipta ( tuhan ). diantara kawan-kawan semua ada yg bisa membantu saya untuk mematahkan argumentasi rasional ini ?
Maresa Sumardi bisa. tuhan diciptakan oleh siapa? kalau anda ketemu jawaban tersebut, otomatis ketemu siapa yang menciptakan HP, kursi itu
Syukaa Pookeer Jika secara ilmiah Tuhan bisa di buktikan "ketidak beradaannya", saya yakin semua orang yang pintar, ilmuwan akan memilih menjadi Ateis. Jujur saja Tuhan itu tidak dapat di buktikan secara ilmiah "keberadaannya" dan "ketidak beradaannya". Ateis yang cerdas adalah ateis agnostik karena mereka menyadari ini. Mereka menjadi ateis karena tidak menemukan bukti adanya Tuhan tetapi mereka juga tidak bisa membuktikan bahwa Tuhan itu tidak ada. Ilmuwan (fisikawan terkemuka) seperti Einstein dan Hawking adalah seorang Agnostik. ini baru sebatas pengetahuan saya. -teis

Kik YorEss simple saja yaitu karena KITAB SUCI. . . Kitab ini isinya makin menunjukkan kalau ia cm karangan manusia. Jika terdapat yg bertentangan dgn kemajuan zaman, sudah jadi bukti bahwa jika kitab ada yg salah maka ia pasti bkn buatan tuhan sebagaimana memiliki sifat2 maha. . . Contoh sangat sederhana yaitu bumi itu datar.. .
Faktor lain yaitu MENGENAL SIFAT MANUSIA atau diri sendiri, dgn bgtu kita tau kalau kita adalah mahluk yang serakah dan egois, yang dengan mudahnya ditipu janji2 manis. MLM saja sdh memakan bgtu banyak korban, apalagi agama yg menjanjikan hidup abadi setelah mati, punya bnyak 'lawan jenis' untuk seks, dan lain lain beserta ancaman super mengerikan yaitu disiksa tanpa akhir kalau tidak tertarik janji2 manis tadi. Jd terlihat bukan? bhwa tidak percaya tuhan itu sangat masuk akal sekali..
Pristian Surono Putro sahabat @maresa sumardi, saya pun pernah berpikir seperti yg anda sampaikan. ketika menanyakan hal itu ada penjelasan yg bagi saya itu masuk akal. 1 ) mengenai analogi tentang HP dan kursi, akal melalui proses berpikir hanya bisa MEMASTIKAN bahwa hal-hal tersebut pasti ada yg MENGADAKANYA ( menciptakanya ) dan secara faktual memang ada yg mengadakanya ( misalnya pabrik HP,atau pabrik kursi ), namun dengan keterbatasanya akal tidak bisa memastikan apakah yg mengadakan/menciptakan adalah pabrik A, pabrik B,ataukah pabrik C ? smapai ada informasi valid yg menunjukkan bahwa pabrik tertentu dari ketiganya yg mengadakanya. jadi pointnya adalah dengan analogi HP,kursi itu, akal hanya bisa MEMASTIKAN bahwa manusia,alam semsta ini PASTI ada yg mengadakanya ( menciptakanya ),yakni sang pencipta ( Tuhan ). mohon maaf saya tulis dengan huruf kapital sebagai penekanan pernyataan saja. " AKAL MELALUI PROSES BERPIKIR HANYA BISA MEMASTIKAN BAHWA TUHAN ( SANG PENCIPTA ) ITU ADA, NAMUN AKAL DENGAN KETERBATASANYA TIDAK MAMPU MENJANGKAU " BENTUK REAL (NYATA ) " DARI TUHAN ( SANG PENCIPTA ITU SENDIRI ". jadi akal bisa menjangkau dan membuktikan bahwa Pencipta ( Tuhan ) itu ada, namun akal tidak mampu menjangkau apakah tuhan itu punya sayap, apakah tuhan itu rambutnya keritingkah, Gundulkah atau lurus ? dan seterusnya..,namun yang bisa dipastikan adalah bahwa akal melalui proses berpikirnya bisa menunjukkan bukti bahwa pencipta itu ADA ( Tuhan itu ADA ) Nah jadi pertanyaan " tuhan diciptakan oleh siapa ?",pertanyaan ini akal tidak mampu menjangkau faktanya. karena fakta tentang tentang bentuk Tuhan itu seperti apa akal kita tidak mampu untuk menjangkaunya. pertanyaan ini seperti halnya pertanyaan " kalau tuhan itu maha kuasa, mungkin gak Tuhan itu menciptakan batu yang sangat besar sampai-sampai Tuhan sendiri tidak mampu untuk mengangkatnya ?" terhadap pertanyaan ini akal tidak mampu untuk menjangkau faktanya.
Martin Albert Sulistio Woi woi woi. Yang bilang tuhan itu ada siapa? Tolong yang klaim kalo tuhan/ doraemon dialah yang membuktikan.
Martin Albert Sulistio Misalkan tuhan diganti dengan nyi roro kidul, kamu bilang nyi roro kidul itu ada, lalu saya bilang nyi roro kidul nggak ada, kok kamu yang minta bukti bahwa nyi roro kidul nggak ada.
Kik YorEss lucu sekali membawa benda buatan manusia sbg contoh, apa lupa pelajaran sekolah dasar? Bedanya benda buatan manusia dan benda alami?. . . anda bilang akal tidak mampu? Ini bner2 menggelikan. . . bgitu bnyak ayat yg menyuruh kita berpikir tp dikatakan kita hanya memikirkan yg tidak mampu kita pikirkan? Sangat lucu. . . Jadi karena dikatakan tidak mampu dipikirkan lantas dengan mudahnya kita PERCAYA begitu saja? No no. . . Justru kalau kita benar2 berpikir, maka akan dapat kesimpulan bahwa 'tidak mampu dipikirkan, tp disuruh memikirkan' itu adalah konyol
Orville Kristian Budianto Ini cuma pertanyaan yang buat matahin logika ke maha an tuhan aja...
Kalau dia mampu ciptain batu yang ga bisa dia pindahin sendiri artinya dia ga maha bisa.
Kalau dia ga mampu ciptain itu batu ( artinya bisa dipindahin tu batu sama tuhan ) artinya dia juga ga maha bisa.

Pertanyaan logis kan kalau tuhan itu adalah seorang pencipta, label dan claim tuhan maha bisa dan maha kuasa kan datangnya dari kalian umat beragama....

Ini sekali lagi balik ke sifat benda buatan dan benda alamiah..
Bikin notesnya dong salah seorang admin disini...
Orville Kristian Budianto Yah coba dijawab dulu...
Nda salah toh pertanyaan itu ?
Kalau bagi orang yang ingin mencari pembenaran sih pertanyaan ini emang bikin risih banget....
Yue BebekKetcil Si DenokLencirkuning saya gak bisa jawab.

saya tidak ada ilmu itu untuk menjawabnya. mungkn akal saya belum bisa mencapainya.

Kuro Yusei mas bro, misalkan pakai analogi orang ciptain kursi, berarti alam ini juga ada yang menciptakan....maka ada tuhan.ok saya ikuti jalan pikiran masnya.
masalahnya adalah si pencipta kursi ga bersifat kekal, dan emang berdasarkan hukum alamnya sampai sekarang ga ada yang namanya objek kesadaran atau energi dalam jumlah besar yang berinteraksi dengan lingkungan yang bersifat kekal.lihat hukum termodinamika 2.

Jika mas bener-bener ngikutin analogi pencipta kursi tadi harusnya sampai pada kesimpulan pencipta alam semesta mungkin ada tapi tidak kekal dan tentunya ga pantas kayaknya disebut tuhan, inventor aja kali hehehe.
ketika mas mengasumsikan dia merupakan sosok berkesadaran yang kekal maka mas juga harus bikin hipotesis untuk melanggar prinsip fisika yang tadi disebutkan yang pada implikasinya tidak ada sosok yang kekal....
Lintang Mahindra yang menciptakan kursi itu manusia, yg menciptakan manusia itu tuhan, lha yg menciptakan tuhan? kenapa harus berhenti pada tuhan? kenapa logika yg sama tidak anda terapkan pada tuhan anda juga?

dan ya, anda harus bisa membedakan mana benda buatan manusia, mana benda alamiah, kursi dan HP itu semua orang tau kalau buatan manusia, dan manusia itu ADA itu fakta dan terbukti secara obyektif, bedakan dengan alam semesta, alam semesta itu ADA, namun apakah alam semesta ada karena diciptakan? nanti dulu...siapa yg menciptakan? apakah tuhan? lalu mana bukti tuhan itu ADA? gak ada buktinya kan, berarti anda hanya mengklaim.

apa yg kita punya hanyalah alam semesta ini ada, dah itu saja.
nah kalo anda bisa menghentikan logika anda pada tuhan, kenapa tidak anda menghentikan logika anda pada alam semesta?
Maresa Sumardi sorry, kalau tuhan itu diluar akal anda kenapa semua agama itu menyebutkan tuhan itu maha ini maha itu? maha pengampun, maha bisa, maha tahu, maha mengerti, maha blablabla

sok tau dong?

anda sendiri sudah bilang HP itu bisa ditelusuri pabrik mana pembuatnya.

apa bedanya dengan alam semesta? ilmuwan2 bekerja untuk mencari tahu pabrik mana pembuat alam semesta. Alias: "menjangkau fakta"

Justru teist yang dengan arogan memberi label ke pabrik itu "tuhan" kemudian berhenti mencari.

Kita fair2 saja, jawabannya belum tahu. Tunggu saja.
Agung Prabowo begini mas, menurut mas, bisa gag entah sejam lagi atau 1 tahun lagi tiba2 ada seorang jenius yang bilang saya bisa membuktikan Tuhan secara sains??
Charles Wirianto Kalau Tuhan itu bisa ada tanpa perlu pencipta, maka alam semesta ini bisa juga ada tanpa perlu pencipta.
Orville Kristian Budianto OOT ^^
Tapi kalau bisa ente mau terima ?
Maresa Sumardi Danang Agung Prabowo

Sains itu bukan sulap. Orang jenius pun tidak akan bisa menemukan teori big-bang kalau tidak belajar fisika >> astronomi >> astrofisika.

Mereka juga harus membuat thesis yang bisa dipelajari oleh semua orang, bisa dites semua orang, bisa direproduksi hasilnya.

Kalau pertanyaannya: Bisa ga suatu hari nanti ada yang bisa membuktikan adanya tuhan secara sains. Bisa saja. Kenapa tidak. Tapi ingat saja, klaim yang luar biasa memerlukan bukti yang luar biasa.

Tapi sebelum hal itu terjadi, tuhan dianggap masih berupa klaim.
Agung Prabowo mas Orvile= kalau saya mah walau saya teis saya anti cocoklogi, karena bagi saya cocokogi hanya mendiskreditkan agama, dan tidak membawa kemajuan , ya kalo bisa ya syukurlah mas, Tuhan saya tidak melarang manusianya untuk berfikir

nah itu poinnya mas, saat ini masih sama2 klaim, teis klaim ada, ateis klaim tidak ada .. sehingga sebenarnya kalau diperdebatkanpun tidak akan nyambungm istilah radio, frekuensinya beda, ngerti kan maksu saya ...

wah untuk mas Charles, bahasa anda terlalu abstrak buat saya, bukakah norm sang pencipta itu Tuhan ya?? pencipta Tuhan siapa ya Omcharles?? wah bikin terminologibaru nih .....
Bungi Keyla Efendi @pristian surono: maaf.. Dalam komen anda di atas, anda bilang adany kursi tentu ada yg mngadakanny N mksud dr diadakanny kursi yaitu sbg tempat duduk. Klu bgitu okelah, saya anggap alam smesta N isiny ini ada yg mnciptakanny yaitu Tuhan yg maha itu. Lalu apa mksud dr tuhan yg maha itu atas pnciptaanny ini? Biar tuhan ada temenny? Soalny bukankah saat Tuhan blm melakukan pnciptaan apa2, saat pnciptaan msh NOL/ KOSONG, tuhan hanya sndirian (krn gak ada lg yg bs sebanding dgn dia toh?) atau agar ada sosok2 (ciptaanny) yg mngakui klu tuhan ada N maha? Apakah ada pnjelasanny dlm kitab suci? Mengingat tuhan sangat maha tentu dia pun telah maha tau bhw kelak akan muncul prtanyaan sperti ini dr ciptaanny hingga jauh2 hari seharusny jawaban atau mksud tuhan dlm mnciptakan ini itu tentu akan tuhan jelaskan dlm kitab suci yg katany brsumber dr tuhan. Ataukah lagi2 akal kita akan dibungkam? bhw ooo..akal kita tdk akan mampu mnjangkau prtanyaan sperti itu? Bukankah ini mnjadi alasan yg sangat konyol??
Ilusi Dunia Maya yang jelas tuhan juga ateis...kecuali dia narsis dan menyembah diri nya sendiri...nah loh...binggung kan nyembah ateis juga...
Macz Ville subjek pembuat benda benda di dunia termasuk yg TS beri contoh kita memang tahu ada, namanya manusia. Dan hal itu bisa kita buktikan dengan mudah ..lah yg diklaim menciptakan alam ini kita tidak pernah tahu sosoknya benar-benar ada, buktinya tidak ada, dan meski pengetahuan sekarang belum bisa menyingkapkan semua rahasia, namun sudah bisa memberi petunjuk bahwa alam ini dapat muncul secara kebetulan.

Dahulu yg disebut tuhan itu pohon, gunung, petir, matahari,dll,yang karena manusia makin memahami cara kerja alam bahwa itu bukan tuhan hanya unsur dan fenomena alam, maka sosok tuhan itu berganti menjadi mahluk yang tidak nampak. Nah sekarang sosok yg tidak pernah nampak ini yg teis klaim sebagai tuhan hanya memiliki bukti berupa kitab suci doang dengan eror disana sini, penuh dengan ambissi manusiawi, penuh dengan kelemahan manusiawi, penuhd engan kesalahan sejarah, dll yg justru menunjukkan kitab itu buatan manusia belaka. Kesimpulannya Tuhan pun hanya buatan imajinasi manusia yang dalam proses survivenya butuh teman imajinary sebagai plasebo meringankan beban hidupnya.
Pristian Surono Putro ada beberapa catatan yg ada dalam benak saya : 1. pada konteks ini saya sedang tidak membahas agama manapun,dan juga sedang tidak membahas kitab suci agama manapun. 2. para ilmuwan pun yg sama-sama menggunakan metode ilmiah saya melihat terpecah dalam beberapa sikap yg berbeda, ada yg ateis, ada juga yg pro-creasionis ( mengakui adanya sang pencipta / Tuhan ). 3.kalau masih kesulitan dengan analogi HP dan pembuat kursi. saya punya contoh lain, yg dengan contoh ini melalui proses berpikir rasional bisa membuktikan adanya Tuhan, tapi sekali lagi belum masuk pada pembahasan Tuhan menurut versi agama-agama, fokusnya hanya membuktikan bahwa Tuhan itu Ada. contoh yg saya maksud ; taruhlah ada seseorang ilmuwan menemukan sebuah " jejak " telapak kaki di Hutan belantara, pertanyaan saya ke temen-temen semua, apa pernyataan yg pasti benar dan sesuai dengan akal Rasional ketika temen2 melihat " jejak " telapak kaki tersebut ? secara Rasional pernyataan yg pasti benar adalah : " ADA YANG MENGADAKAN JEJAK TERSEBUT ". yg saya tulis hurupf kapital adalah pernyataan yg pasti benar dan masuk akal. pada konteks ini kita belum masuk pada pembahasan apakah itu jejek manusia purba ataukah manusia modern ataukah jejak telapak kaki hewan ? berapa umur bekas jejak telapak kaki tersebut ? apakah telapak kaki tersebut adalah jejak biasa ataukah memang sebuah ukiran kaki yg disengaja ? semua jawaban terhadap pertanyaan ini hasilnya spekulatif bergantung dengan kuat-lemahnya bukti yg mendukung. namun jawaban yg pasti dan masuk akal adalah huruf yg saya tulis kapital. begitupun dengan manusia,alam semesta dan kehidupan selayaknya jejak tadi pasti ada yg mengadakan,yakni sang pencipta / Tuhan. sekali lagi terlepas konsep Tuhan menurut versi agama masing-masing, karena ditinjau dasar pokok dari agama-agama adalah pengakuan adanya Tuhan.
Hardhik Wsb Tuhan = ada (Tidak terbatas)
Manusia = apa (terbatas...dibatasi bentuk..ruang..sifat..dll)
Hardhik Wsb Jadi Pertanyaan apakah Tuhan itu ada? itu tepat...kalau pertanyaannya tuhan itu apa? berarti kita sedang membatasi sesuatu untuk kita pahami...sehingga kita tidak akan pernah kepada sesuatu yang sebenarnya....termasuk menganalogikan Pencipta dan ciptaannya...karena pada hakekatnya..bila ada pencipta dan ciptaan..maka pencipta terbatas pada ciptaannya...
Manusia.alam..dan semua yang ada baik yang ada dalam ruang..waktu...dan diluar ruang /waktu..dan semua yang ada bisa kita sebut Tuhan..maka secara eksistensial Tuhan dan semua adalah satu. manusi, alam bagian dari ketuhanan..Atau Tuhan yang maha Esa...ada baiknya kita belajar filsafat parapetetik, ilmuniasi dan hikmah muta'aliyah..sebagai pertimbangan..
Macz Ville kita hanya butuh bukti yg bisa diuji dengan metode ilmiah, sebab metode ilmiahlah satu satunya cara kita meyingkirkan klaim klaim palsu dan meminimalisri kesalahan, Bila hanya berdasakan argumen argumen filsafati itu bukan bukti ...makin anda bermain di level itu saja anda tidak akan kemana mana, selain hanya menghasilkan opini saja bisa berakibat debat kusir yg tidak bermanfaat, sebab untuk pembuktiannya anda tetap harus memakai metode ilmiah.

Anda juga bisa melihat sendiri fakta di lapangan, argumen2 filsafati yg di jadikan teis sebagai sarana mencari tuhan telah menghasilkan ribuan tuhan yg telah dikenal manusia sejauh ini.
Pristian Surono Putro jika analogi HP, kursi yg sederhana tampaknya masih kesulitan diterima, dan analogi " jejak " pun masih belum ada yg memberikan argumentasi balik. saya mencoba untuk memberikan contoh yg mungkin teman-teman anggap " ilmiah " dan contoh ini bisa menjadi bukti yg kokoh bahwa sang pencipta ( Tuhan ) itu Ada. . teori yg populer tentang pembentukan alam semesta adalah teori Big Bang ( dentuman besar ). teori ini didasarkan pada pengamatan Edwin Hubble seorang astronom Amerika melalui teleskop raksasanya mengamati pergerakan bintang-bintang di angkasa. dari hasil pengamatanya didapatkan bahwa bintang-bintang tersebut bergerak semakin menjauh satu sama lain. Hubble menemukan bahwa alam semsta ini sesungguhnya sedang mengembang. apabila kita berfikir terbalik, seandainya waktu dapat dimundurkan, berarti alam semesta ini akan semakin mengerut,dan akhirnya menjadi satu titik tunggal yg volumenya 0 ( nol ). inilah kesimpulan Hubble, dia menyatakan bahwa alam semesta ini mempunyai titik mula atau sebuah awal dari sebuah ketiadaan ( volum 0 = ketiadaan ). dalam analisisnya terhadap teori Dentuman besar ini Ahli Fisika Matematis, Paul Davies, Profesor dari universitas Arizona di Amerika, melakukan perhitungan panjang terhadap keadaan yg harus ada pada saat dentuman besar terjadi dan menghasilkan angka yg hanya dapat digambarkan sebagai mencengangkan. Menurut Davies, jika laju pengembangan hanya berbeda lebih dari sepuluh pangkat min delapan belas detik saja ( satu detik dibagi 1 milyar kemudian dibagi satu milyar lagi ), alam semesta tidak akan terbentuk. Prof.Davies menjelaskan kesimpulanya :
“ pengukuran yg teliti menempatkan laju pengembangan sangat dekat pada nilai kritis sehingga alam semesta dapat bebas dari gaya gravitasi dirinya dan mengembang selamanya. Sedikit lebih lambat maka alam semesta akan hancur bertubrukan, sedikit lebih cepat maka materi kosmik sudah menyebar secara acak sejak dulu. Sangat menarik untuk menanyakan dengan pasti seberapa rumit laju pengembangan ini telah disesuaikan dengan tepat untuk berada pada batas tipis dua kehancuran dahsyat. Jika laju pengembangan berbeda lebih dari 10 pangkat -18 detik dari semestinya maka sudah cukup untuk memorak-porandakan keseimbangan yg rumit tersebut. Energy ledakan alam semesta mengimbangi gaya gravitasi dengan ketepatan yg nyaris tak dapat dipercaya. DENTUMAN BESAR ( BIG BANG ) JELAS BUKANLAH SEMBARANG LEDAKAN DI MASA LALU, NAMUN LEDAKAN DENGAN KEKUATAN YANG DIRANCANG BEGITU INDAH “.
Untuk membuktikan bahwa sang pencipta ( Tuhan ) itu ada, dengan kaitanya teori Big bang ( dentuman besar ) silahkan teman-teman lakukan eksperimen sederhana. Apabila anda meletakkan dinamit, petasan atau apapun yg bisa meledak maka anda akan mendapati serpihan-serpihan yg tidak berarti, atau anda meledakkan sejumlah dinamit di tempat penampungan sampah, tentunya mustahil anda akan mendapatkan sebuah rumah yg indah, teratur, lengkap dengan perabotan yg ada di dalamnya berikut alat-alat elektronik yg bisa berfungsi yg tersusun dari bekas ledakan itu. Sama dengan penciptaan alam semesta, adalah suatu kemustahilan bila semua keteraturan seperti yg dideskripsikan Prof davies di dalam alam semesta ini terjadi secara kebetulan. Peluang bahwa alam semesta ini terjadi secara kebetulan sama dengan peluang terbentuknya sebuah pesawat boeing 737 yg bisa diterbangkan ketika ada badai yg menghantam tempat penampungan rongsokan mobil bekas.
Oleh karena itu, adalah sebuah kepastian bahwa dalam proses berawalnya alams semesta melibatkan suatu desain yg maha sempurna dan maha tepat, yakni adanya penciptaan yg disengaja dan direncanakan oleh sang pencipta ( Tuhan ). Hal ini diakui sekalipun oleh materialis sekalipun. Materialis inggris, H.P.Lipson menerima kebenaran penciptaan, meskipun “ tidak dengan senang hati “ ketika dia berkata : “ jika materi hidup bukan disebabkan oleh interaksi atom-atom, kekuatan alam, dan radiasi, bagaimana dia muncul ?..namun saya piker, kita harus..mengakui bahwa satu-satunya penjelasan yg bisa diterima adalah penciptaan. Saya tahu bahwa ini sangat dibenci para ahli fisika, demikian pula saya, namun kita tidak boleh menolak apa yg tidak kita sukai jika bukti eksperimental mendukungnya “.
Lalu bagaimana dengan teman-teman ?
Adnan Hasyim astagfirullahalajim....
ya allah tertutupkah hati kalian wahai kaum ateis?
ya allah semoga allah membukakan hidayah.a bagi kalian wahai kaum ateis?
untuk pertama kalinya saya mendengar kata2 seperti itu dari seorang manusia yang tidak sadar bahwa dirinya hanyalah mahkluk yang lemah. bahkan kalian kaum ateis tidak sedikitpun sepertinya merasa bersalah atas ucapan kalian. kalian tidak menyadari bahwa kalian itu adalah mahkluk yang lemah yang tidak hidup abadi yang bisa saja sakit kapan saja dan mati kapan saja. wahai kaum ateis, bila engkau tidak menemukan jawaban tentang tuhan yaitu allah swt, tuhan yang tiada berhak disembah selain dia ( allah swt) maka tunggulah sampai ajal menjemputmu pasti engkau akan menemukan jawaban yang sebenarnya. jawaban yang akan membuatmu tercengang dan apabila engkau masih berpegang teguh terhadap prinsipmu. pastilah kau akan rugi selama-lamanya.

#Muslim.
Yayan Ery-Moslemeen Granada-Andalucia Izin nyimak ya om. Pengen tau detil keyakinan kaum ateis n hujjah ilmiahnya jika tuhan kagak ada.
Hardhik Wsb Kaum Empiristis Selalu menggunakan argumen ilmiah dengan sumber pengetahuan Inderawi...
Sehingga secara empiristis jelas mereka tidak bisa menjangkau Tuhan...Karena Tuhan Tidak dapat terobjektifikasi oleh indra...
Sedang kaum rasionails tidak sependapat dengan kaum empiristis..kaum rasionalis memiliki pijakan yang lebih kuat dan tak terbantahkan....
Macz Ville @pristian seperti yg sudah saya bilang debat debat dengan argumen filsafati hanya akan menghaslkan debat kusir. Contoh yang anda sebutkan menurut anda rasional tapi menurut saya salah logika berfikir. Contoh terahir mengenai jejak, bila saya menemukan sesuatu yg aneh di hutan tentu pertama kali saya akan bertanya apakah itu ..bagaimana terjadinya dan lain lain lalu kemudian terahir sekali baru saya bertanya siapakah yang membuatnay kalau dari pernyelidikan saya seblumnya telah menympulkan bahwa benda itu adalah dibuat baik sengaja atau tidak. Dalam kasus anda, anda sudah mengetahui bahwa benda aneh itu adalah jejak, tentu saja anda berfikir jejak apa/siapakah itu. Pengtahuan anda mengenai jejak tentu dapat diperoleh dari pendidikan sebleumnya, bahwa yang namanya jejak memang adalah bekas tapak kaki dari mahluk hidup dan ini bisa dibuktikan dengan metode ilmiah.
Alam semesta sendiri penyelidikan sains sampai sejauh ini belum ada indikasi diciptakan, jadi untuk apa bertanya siapa yang menciptakan.

mengenai argumen terakhir anda tentang fenomena bigbang jelas sekali pengetahuan anda mengenai bigbang salah besar, ciri khas teis yang memaksakan alias cocologi fakta sains dengan argumentasi filsafati yg disangka rasional ..Silahkan buka trit baru untuk mendiskusikan big bang ini (meski sudah berulang ulang sebenarnya dibahas kalau anda rajin menyimak)

@adnan disini bukan tempat dakwah
@hardhink jawaban sama dgn pristian, perhatikan penekanan saya pada argumen argumen filsafati yang anda sangka rasional.

ok ya, debat kusir ga akan menghasilkan apa-apa. Saya tidak memaksa anda setuju dengan saya, yg jelas saya hanya memberi informasi pandangan saya mengenai pertanyaan anda.
Bottom of Form

5 komentar:

Fandi Rianata mengatakan...

Sebelumnya saya minta maaf kalau ada salah kata, di sini saya hanya ingin berpendapat netral.

Di bumi ini kita manusia mempunyai kasta tertinggi karena kita memiliki akal dan pikiran. Akan tetapi sampai saat ini faktanya kita baru bisa menggunakan otak kita hanya beberapa persen saja (tak lebih dari 15 persen). Sangat tidak adil memutuskan sesuatu yang belum terbukti kebenarannya dan berlaku fanatik tentang keputusan itu. Mungkin fakta ada atau tidak adanya Tuhan itu baru bisa terjawab kalau kita sudah bisa menggunakan otak kita 100 persen. Untuk saat ini tentang ada atau tidaknya Tuhan masih belum bisa diputuskan dan hanya menjadi kepercayaan kita masing-masing karena memang belum ada bukti yang benar-benar dapat meyakinkan kita semua.

JADI HAL SEPERTI INI SEHARUSNYA TIDAK LAYAK UNTUK DIPERDEBATKAN MENGINGAT KEMAMPUAN KITA MASIH SANGATLAH TERBATAS DAN BELUM ADA HAL YANG PASTI. Biarlah orang mau mempercayai adanya Tuhan atau tidak, karena itu merupakan suatu kepercayaan dan hak kita masing-masing.

Anonim mengatakan...

Di kala datang hari itu, tidak ada seorang pun yang berbicara, melainkan dengan izin-Nya; maka di antara mereka ada yang celaka dan ada yang berbahagia.

[11:106]
Adapun orang-orang yang celaka, maka (tempatnya) di dalam neraka, di dalamnya mereka mengeluarkan dan menarik nafas (dengan merintih).

Anonim mengatakan...

lalu kenapa kita tidak diciptakan oleh Tuhan dengan penggunaan otak kita paling tidak 90% agar kita yakin keberadaan Tuhan? jika orang tak baik akan dimasukkan ke dalam neraka, mengapa Tuhan tidak menciptakan kita semuanya baik? lalu apakah Tuhan kesepian sehingga menciptakan kita semua? atau kita hanya sebuah percobaan dari sebuah percobaan besar?

maaf bila komentar saya menyinggung. saya hanya mengutarakan hal-hal yang sebenarnya ingin saya ketahui jawabannya, atau paling tidak sedikit petunjuk. tapi kebanyakan orang menganggap hal-hal seperti itu tidak patut ditanyakan karena itu hal-hal yg di luar kemampuan akal manusia kata seorang teman saya.

pristian surono putro mengatakan...

Sebelumnya terima kasih sudah mau mampir sejenak di blog saya yg sederhana ini.

1. Tulisan saya di atas adalah hasil rekapan diskusi saya dgn orang/komunitas yg menisbatkan dirinya sebagai atheis. Setidaknya dari diskusi di atas saya ingin menunjukkan secara meyakinkan bahwa Tuhan itu ada.

Kalau anda taruhlah juga mrnyatakan meragukan adanya Tuhan, maka sebaiknya kita diskusi dengan menjawab pertanyaan " mengapa anda ragu dengan keberadaan Tuhan, sementara bukti begitu banyak ada disekitar kita ?". Setidaknya tulisan saya di atas adalah salah satu contoh fragment pembuktian itu. Yuk berdiskusi ?

2. Semua pertanyaan yg anda tanyakan, itu mengarah ditanyakan ke Tuhan. Sementara dalam waktu yg bersamaan anda ragu adanya Tuhan ?
Ibaratnya kita ingin bertanya pada seseorang, yg seseorang tersebut kita tidak yakin adanya. Jadi sebaiknya menurut saya memang mari terlebih dahulu kita kembali ke point 1. Yuk ?

Terima kasih.

Muhammad Fatkhurrozi mengatakan...

Sedikit menambahkan.
Kaum ateis sangat fanatik dgn metode ilmiah, padahal tidak semua kbenaran dapat diraih dgn metode ilmiah.

Sbgai contoh, adanya Karl Marx yg hidup di abad 19 itu dapat dipercaya karena sudah diriwayatkan secara "mutawatir", bukan dgn metode ilmiah. Seseorang tdk perlu bertemu Karl Marx utk percaya bahwa Karl Marx ada. Keberadaan K. Marx diketahui dari, banyaknya org2 yg bercerita tentangnya, membahas karya2nya, dan perannya dalam sejarah yg solid.