Mengamati, Melihat, memahami, Dan Menuliskannya

Minggu, 11 November 2012

Materi kajian pelajar jumat sore : MEJADIKAN HIDUP LEBIH HIDUP


“ menjadikan hidup lebih hidup “ ? maksudnya apa nih ? bukankah kita sekarang sudah hidup ? lalu mengapa harus lebih hidup lagi ? sekali lagi maksudnya apa ni ?

Pertanyaanya sekarang, apa itu hidup ? yg jelas fakta kehidupan itu,dulu kita tidak ada menjadi ada mulai dari rahim ibu, dari janin, keluar menjadi bayi, kemudian jadi anak-anak, kemudian jadi muda, dewasa, kemudian tua.....atau fakta tentang hidup itu tumbuh dan berkembang, bergerak, makan,minum, berinteraksi dengan orang lain. Dan hidup itu lawan dari mati.

Sepakat dengan fakta hidup di atas ??? sepakat??? Oke?

Berarti kalau sepakat,bahwa hidup itu seperti itu,lalu apa bedanya dengan MONYET??? ;-)
Berarti sama dengan monyet dong klo hidup itu hanya sebatas hal-hal di atas.

Sekali lagi apa maksudnya “ menjadikan hidup lebih hidup ?”

Kita manusia dalam menjalani kehidupan ini menjalani hidup secara biologis dan hidup secara sosiologis. Maksudnya ? maksudnya hidup secara sosiologis artinya seperti fakta yg kita tunjukkan di atas seperti tumbuh kembang, makan,minum, bergerak. Sedangkan hidup secara sosilogis artinya bisa dikatakan hidup apabila manusia berinteraksi dengan orang lain, contoh berinteraksi dengan teman-teman,guru-guru,dlsb.

Nah pada titik ini sebenarnya manusia mempunyai potensi kehidupan berupa kebutuhan jasmani, kebutuhan naluriah,dan potensi akal. Hewan dan manusia sama2 mempunya kebutuhan jasmani ataupun kebutuhan naluriah. Hanya saja hewan tidak mempunyai potensi akal,dan inilah yg membedakan hewan dengan manusia.

Maka manusia yg mempotensiakan akal sebagaimana mestinya yakni untuk berpikir tentang hakikat kehidupan yg ia jalani,inilah yg membuat manusia bisa menjadi hidup lebih hidup. Lalu sekarang pertanyaanya,berpikir tentang apa ??? coba bayangkan kucing ketika kelaperan dan bandingkan seorang manusia juga kelaperan. Jika kucing akan tengok kanan-kiri lalu diserobot makanan yg ada didepanya tanpa minta ijin pemiliknya, apakah manusia akan melakukan hal yg sama ? jika melakukan hal yg sama berarti hakikatnya ia sama dengan kuuucinggg..... seharusnya manusia yg berpikir dengan akalnya ketika ia lapar maka ia akan berpikir, ini makanan milik siapa ? bagaimana cara yg benar untuk memperoleh makanan itu? Apakah makanan itu boleh dimakan? Dst...

Dalam konteks yg lebih mendalam manusia hidupnya akan menjadi lebih hidup ketika ia ampu memecahakan 3 pertanyaan penting,yakni :........ bersambung.... ;-)

Wonosobo,11-11-'12

Abu Syahmi





Tidak ada komentar: